Setahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari dan sehari bagaikan membuang sampah pada tempatnya, waktu terbang menuju orang-orang sukses yang mau mamanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Berjalan lah bagaikan semut yang apabila bertemu sesamanya mereka saling menyapa, berbagi nasehat, berbagi pengalaman dan berbagi ilmu. manfaatkanlah waktu seperti kamu memanfaatkan pacar mu,,, heeeee
Patahnya semangat karna masa lalu yang suram membuat diri jadi putus asa, tak ada kata telat untuk menanam diri sebaik mungkin, perjalanan masih jauh dan cita-cita menanti disana. kita harus bergerak menuju keberhasilan yang sudah menanti.
Lihatlah tumbuhan, dia selalu berseri, dia selalu bangkit meskipun dia sudah tidak layak, semangatnya mencontohkan arti kehidupan yang sebenarnya, dan tak lupa tumbuhan termasuk makhluk hidup yang selalu bersyukur.
Berjalanlah terus abaikan segala godaan, kuatkanlah tekat dalam menghadapi kenyataan, dengan bersungguh-sungguh keberhasilan menanti mu dan pikirkanlah arti hidup sebenarnya.
Cerita Kita
Berawal dari indahnya alam, teriknya matahari, kilaunya bintang, dan sunyinya malam di kala jangkrik berpesta ria. setiap detik yang mengejar hari-hari kehidupan di situlah awal mulanya kejadian-kejadian yang terkadang lucu, menyenangkan, menyedihkan, menyakitkan, sampai penyesalan yang penuh arti. Manusia, hewan, dan tumbuhan memulai khidupannya dengan senyuman yang sempurna seraya berkata "ALHAMDULILLAH" bersyukur memuji Tuhan yang menciptakan alam semesta beserta isinya.
Selasa, 22 Mei 2012
Maaf Ayah
Maaf Ayah
Kau slalu ada untuk ku, di saat aku menangis, di saat aku manja, kau slalu berusaha membahagiakan ku walau hanya setetes kebahagiaan. Ayah selalu berpesan kepada ku "Jaga diri baik-baik, ayah tidak mau hal buruk terjadi pada mu". Pergaulan sekarang telah menodai diriku, mengotori pesan beliau, aku malu dengan semua ini. Yang lalu tidak bisa terulang kembali hanya penyesalan yang tiada arti, hanya kesedihan yang melanda.
Sekarang engkau sudah tiada, semua hanya tinggal kenangan sedangkan diriku masih sangat membutuhkan nasehat mu, teladan mu, pelukan mu yang membuat aku bangkit. Sekalipun belum pernah aku bisa membahagiakan mu ayah, yang aku bisa hanya ngebangkang perkataan mu, mendustai amanah mu, melupakan nasehat mu. Beribu sesal berjuta kesedihan di kala di tinggal seseorang yang paling aku sayang.
Kau slalu ada untuk ku, di saat aku menangis, di saat aku manja, kau slalu berusaha membahagiakan ku walau hanya setetes kebahagiaan. Ayah selalu berpesan kepada ku "Jaga diri baik-baik, ayah tidak mau hal buruk terjadi pada mu". Pergaulan sekarang telah menodai diriku, mengotori pesan beliau, aku malu dengan semua ini. Yang lalu tidak bisa terulang kembali hanya penyesalan yang tiada arti, hanya kesedihan yang melanda.
Sekarang engkau sudah tiada, semua hanya tinggal kenangan sedangkan diriku masih sangat membutuhkan nasehat mu, teladan mu, pelukan mu yang membuat aku bangkit. Sekalipun belum pernah aku bisa membahagiakan mu ayah, yang aku bisa hanya ngebangkang perkataan mu, mendustai amanah mu, melupakan nasehat mu. Beribu sesal berjuta kesedihan di kala di tinggal seseorang yang paling aku sayang.
Rabu, 15 Februari 2012
Langganan:
Komentar (Atom)
