Selasa, 22 Mei 2012

Maaf Ayah

                                                                  Maaf Ayah

Kau slalu ada untuk ku, di saat aku menangis, di saat aku manja, kau slalu berusaha membahagiakan ku walau hanya setetes kebahagiaan. Ayah selalu berpesan kepada ku "Jaga diri baik-baik, ayah tidak mau hal buruk terjadi pada mu". Pergaulan sekarang telah menodai diriku, mengotori pesan beliau, aku malu dengan semua ini. Yang lalu tidak bisa terulang kembali hanya penyesalan yang tiada arti, hanya kesedihan yang melanda.
Sekarang engkau sudah tiada, semua hanya tinggal kenangan sedangkan diriku masih sangat membutuhkan nasehat mu, teladan mu, pelukan mu yang membuat aku bangkit. Sekalipun belum pernah aku bisa membahagiakan mu ayah, yang aku bisa hanya ngebangkang perkataan mu, mendustai amanah mu, melupakan nasehat mu. Beribu sesal berjuta kesedihan di kala di tinggal seseorang yang paling aku sayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar